Selasa, 03 Mei 2016

Para Buruh bergeser memenuhi Stadion GBK dalam puncak acara "May Day" 2016

Jakarta- Ribuan massa buruh yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, mulai bergerak ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat. Di sinilah, puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Indonesia dilaksanakan. Di Jl MH Thamrin tampak ribuan buruh mulai bergeser ke Stadion GBK. Puluhan bus yang mengangkut massa melintas di Jl Thamrin, Jakarta Pusat. Sejumlah buruh menggunakan mobil pribadi dan motor, juga ikut bergerak dari Istana Merdeka ke Stadion GBK. Mereka dikawal tim pengurai massa yang menggunakan motor trail.Di Stadion GBK, massa akan mengikuti kegiatan lainnya dalam rangkaian peringatan hari buruh sedunia. Ada panggung hiburan yang dimeriahkan grup band Gigi akan menghibur massa.

Buruh Sempat Ricuh di Karenakan Provokator

Jakarta- Unjuk rasa ribuan buruh dari sejumlah elemen pada peringatan May Day di depan Istana Negara sempat mengalami ricuh sesaat di karenakan ada Provokator yang dilakukan oleh seorang mahasiswa perguruan tinggi di Jakarta yang sedang melakukan tugas liputan . Aksi yang dilakukan adalah melempar botol ke massa buruh, sehingga menyebabkan situasi yang sempat memanas ketika sejumlah polisi hendak mengamankan provokator tersebut dari para buruh dan terjadi aksi saling dorong.Namun polisi sempat mengamankan sehingga kondisi menjadi kondusif.

​Memperingati "MAY DAY" Ribuan Buruh Memenuhi Beberapa Titik Aksi

Jakarta- Aksi demonstrasi yang di lakukan oleh para buruh pada tanggal 1 Mei 2016 diramaikan tak kurang dari 100.000 yang akan memadati sejumlah titik di Jakarta. Lokasi aksi nya di Monas (lokasi parkir : Monas, Irti, Istiqal dan Lap Banteng dan Parkir Timur Senayan dan sekitar Senayan).Titik pusat demonstrasi buruh di Istana Negara dan juga Gelora Bung Karno. Khusus untuk acara di Gelora Bung Karno juga akan didekrasikan ormas yang diharapkan akan menjadi cikal bakal partai politik alternatif gerakan buruh dan rakyat.100.000 buruh dari elemen Gerakan Buruh Indonesia yang terdiri Dari KSPI, KSPSI AGN,KP-KPBI , FSPASI dan federasi lainnya dipastikan akan memenuhi jalanan Ibukota Dan bergerak menuju Istana Negara untuk menyuarakan tuntutan kenaikan upah, penolakan kriminalisasi, hingga penolakan reklamasi dan penggusuran. 


Senin, 02 Mei 2016

Wawancara dengan Penjual Sembako

Bapak Buyung , seorang pedagang Sembako di daerah Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Nova : Selamat pagi pak, mohon maaf sebelumnya saya mengganggu waktunya. Saya ingin mewawancarai Bapak untuk memenuhi tugas kampus saya mengenai usaha dagang sembako bapak ini. Kalau boleh tau bagaimana awal mula bapak bisa membuka usaha sembako ini ?

Narasumber : Selamat pagi , Awalnya sih saya hanya menjual makanan-makanan ringan di warung kecil. Dulu saya tidak berjualan disini, dulunya saya membuka warung kecil depan rumah saya. Dengan seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan saya ingin membuka usaha sembako seperti sekarang ini. Yaaa padahal sih hanya sekedar ingin mencoba, tetapi lambat laun bisa tersampaikan untuk membuka usaha ini . 

Nova : Berapa modal awal yang bapak butuhkan untuk membuka usaha ini ?

Narasumber : Modal awal yang saya butuhkan untuk membuka awal usaha ini lumayan cukup besar kisaran 9 jutaan. Modal tersebut dibantu dengan modal dari istri saya yang bekerja di  sebuah kantor . Modal ini sudah termasuk dengan harga sewa tempat ruko ini. 

Nova : Apa hambatan yang muncul pada saat berjualan disini ?

Narasumber : Kalau hambatan si ya bisa di lihat dari lingkungan sekitar sini aja. Bukan saya doang yang berjualan kebutuhan pokok. Warung-warung kecil juga ada disekitar sini, jadi ya saya merasa tersaingi dalam berdagang. Yaa syukur Allhamdulilah kalau bisa dapat untung besar, namanya juga usaha. 

Nova : Omzet yang dicapai perbulan bisa mencapai berapa?

Narasmber : Omzet perbulan bisa mencapai kurang lebih 5 juta sih. 

Nova : Apakah dari usaha ini, bapak bisa memenuhi kebutuhan keluarga ?

Narasumber : Ya sangat tercukupi kebutuhan keluarga saya sekarang dibandingkan dengan usaha saya dulu di warung kecil. 

Nova : Apakah sudah mulai ada kenaikan harga kebutuhan pokok?

Narasumber : Meskipun belum signifikan, tapi kenaikan harga mulai terasa. Tapi sebagian masih stabil kok, tidak semuanya naik.

Nova : Apa respon dari kalangan masyarakat mengenai kenaikan harga kebutuhan pokok?

Narasumber : Respon dari sebagian masyarakat ada yang diam saja, ada juga yang banyak komplen. Tapi pada akhirnya mereka juga menyaqdari kalau hal seperti itu sudah bisa terjadi. 

Nova : Bagaimana cara anda untuk menyikapi perubahan ekonomi terhadap usaha anda ?

Narasumber : Mungkin saya akan menaikan harga kebutuahn pokok seperti beras, telor, minyak goreng,  dsb.

Nova : Okeh, cukup sekian pertanyaan saya pak, terimakasih untuk waktunya. Selamat Pagi.
Area lampiran